Through the changing seasons,And this fleeting moment,I listen to these nostalgic melodies.
Even when I become an adult,Some things won't fade,Like our precious memories.
(Friends-Stephanie)

Chat here: (^o^)

Moving Rocks!


Misteri Batu-batu Berjalan di California
Batu-batu di permukaan danau kering ini bisa berpindah tempat yang disertai jejaknya.
MINGGU, 21 NOVEMBER 2010, 14:28 WIB
Muhammad Chandrataruna

Batu berjalan di Racetrack Playa (geology.com)
VIVAnews - Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan".

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.

Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.

Batu berjalan di Racetrack PlayaTapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.

Batu berjalan di Racetrack PlayaApakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.

Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.

Analisa & Solusi:
Moving Rocks!!! sudah lihat gambarnya??? Fenomena ini sudah santer terdengar sejak bertahun-tahun yang lalu. Penulis menemukan artikelnya dan mencoba untuk berbagi info kepada pembaca. Memang aneh melihat batu bisa berjalan padahal setahu kita batu adalah benda mati. Tentu saja mereka tidak dapat bergerak. Di dunia ini banyak terjadi misteri yang kita tidak tahu. Karenanya kita memerlukan para peneliti yang bertugas meneliti hal-hal tidak masuk akal seperti ini.
Di dunia ini apa saja mungkin. Pada artikel ini juga diberi penjelasan mengenai sebab-sebab bergeraknya batu. Penulis sendiri lebih cenderung pada teori ke dua. Angin bisa saja mendorong batu sehingga batunya bergerak. 
Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya, pada tahun 1990-an, sebuah studi oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin Professor John Reid, dari Hampshire College, Massachusetts, AS, mencoba menjelaskan pergerakan batu-batu itu. Studi tersebut menyimpulkan, batu-batu itu mungkin bergerak ketika menyatu dengan lapisan pembentukan es pada permukaan pasir saat malam hari.

Ketika pasir meleleh, Profesor Reid mengatakan, batu-batu itu juga ikut bergerak bersama es dan angin, itulah yang membentuk pola-pola pergerakan tersebut.
Lembah Kematian merupakan daerah terendah di AS, berada 84 meter di bawah permukaan laut. Daerah itu hampir seluruhnya rata, dan tercatat sebagai tempat terpanas kedua di dunia dengan temperatur 58 derajat celsius. (jadi mikir-mikir mau pergi ke sana).
Anyway, penulis percaya dalam beberapa tahun ke depan kita pasti bisa tahu mengenai apa yang terjadi sebenarnya di sana. Pembaca juga boleh menuangkan teori-teori pembaca di sini kok! Siapa tahu nantinya salah satu teori yang dikemukakan pembaca inilah yang benar. ^^

3 comments:

Lia Lucky Girl said...

Wowwwww, unik sekali. Bingung juga kenapa bisa begitu???
Kalau aku pilih yang pertama aja. Bukan tidak mungkin ada hewan yang hidup di dalam tanahnya.

Anonymous said...

muantapss d..
banyak hal2 di dunia ini yang kelihatannya sulit diterima akal sehat, untungnya banyak ahli2 dan peneliti yang mengungkap rahasia kejadian2 aneh tersebut, sehingga pendapat2 mistik bisa dihindari,,kwkwk

Anonymous said...

coba bi3 buat rumah di atas batu itu...
jadi gag perlu pake mobil lg dhe....
gag bikin glibal warming lg....
hehehehhehhe.....

Post a Comment